Inisiatif Penggalangan Dana Ha Na’Arim Solo di Depan De Tjolomadoe: Langkah Nyata Menuju Kemandirian Organisasi

Solo, Jawa Tengah – Ha Na’Arim Solo, organisasi pemuda-pemudi Gereja Orthodox Indonesia Parokia Tritunggal Mahakudus, melangkah nyata menuju kemandirian organisasi melalui kegiatan penggalangan dana. Bertempat di depan De Tjolomadoe, landmark bersejarah kota Solo, mereka menggelar penjualan es semangka dan es cincau setiap hari Sabtu selama bulan Ramadhan, dari pukul 16.30 hingga 18.30 WIB.

Presbitera Heleni dan Presbitera Yuliana, berkolaborasi dengan anak-anak Ha Na’Arim, menyiapkan menu spesial yang menggugah selera, es semangka dan es cincau. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu selama bulan Ramadhan, mulai pukul 16.30 hingga 18.30 WIB, sebagai langkah awal untuk menambah kas organisasi Ha Na’Arim.

Bukan sekadar jualan, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran dan evaluasi. Meskipun penjualan perdana belum sepenuhnya membuahkan hasil maksimal, antusiasme tetap tinggi. Sisa produk yang tidak terjual pun tidak mubazir, sebab dibagikan kepada jemaat gereja.

Semua ini dimungkinkan berkat dukungan dan persembahan dari donatur, yang membiayai bahan-bahan, kemasan, serta peralatan yang dibutuhkan. Keuntungan yang diperoleh akan kembali ke kas Ha Na’Arim dan direncanakan untuk mendukung kemandirian dan pengembangan usaha Ha Na’Arim, serta kemajuan Gereja Orthodox Indonesia Parokia Tritunggal Mahakudus Solo.

Ha Na’Arim Solo memegang teguh visi menjadi pemuda-pemudi yang menjunjung tinggi nilai-nilai inti Kekristenan Orthodox, yang meliputi Orthodoxia, Ortholatria, dan Orthopraxia. Melalui Orthodoxia mereka berkomitmen untuk menjaga kemurnian ajaran Kristiani sebagaimana yang telah diwariskan sejak zaman para Rasul, memastikan bahwa kebenaran ini tetap menjadi pondasi dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Dalam konteks Ortholatria, pemuda-pemudi Ha Na’Arim tidak hanya rutin dalam ibadah dan ritual gerejawi, tetapi juga menghayati setiap prosesi dengan kesadaran penuh dan penghormatan terhadap tradisi suci. Sedangkan dalam konteks Orthopraxia, Hana’arim parokia Tritunggal Maha Kudus Solo menerapkan nilai-nilai Kristen dalam tindakan sehari-hari, mencerminkan kasih dan kebenaran Kristus dalam interaksi dengan sesama.

Untuk menjalankan visi ini, Hana’arim Solo tidak hanya ingin menjadi kelompok yang pasif, tetapi bertekad kuat menjadi motor penggerak perkembangan gereja. Mereka ingin menciptakan ruang di mana pemuda-pemudi dapat mengekspresikan ide-ide segar dan inovatif, membawa angin perubahan yang positif dan dinamis ke dalam kehidupan gereja.

Kegiatan penggalangan dana ini bukan semata-mata untuk kepentingan finansial, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat pondasi komunitas yang tangguh dan mandiri. Melalui usaha ini, Hana’arim Solo bertujuan untuk mewujudkan misi besar mereka: memajukan gereja tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi, sehingga gereja dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Oleh : Irene W.W (18 Maret 2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *