Konsekrasi Altar: Tradisi Gereja Mula-Mula yang Alkitabiah

Sabtu, 27 Januari 2024, Yang Mulia Metropolitan Photios of Demetrias, Hirarki kedua Gereja Orthodox Yunani Sejati melakukan konsekrasi altar Rumah Doa Js. Barbara Salatiga.

Konsekrasi altar rumah doa dimulai pada pukul 07.00-09.00 WIB. Dalam pelayanan konsekrasi, Yang Mulia Metropolitan juga didampingi oleh Yang Mulia Episkop Daniel dari Nikopolis beserta seluruh presbiter Gereja Orhtodox Indonesia. Konsekrasi altar rumah doa ini dilakukan untuk menguduskan altar. Setelah dikuduskan, artinya altar ini akan menjadi benda kudus dan menjadi milik Tuhan sepenuhnya.

“Setelah dikonsekrasi, tempat tersebut menjadi tempat kudus, tidak boleh dihancurkan, tidak boleh dijual, tidak boleh disewakan. Hal ini bukan milikmu lagi, tetapi milik Tuhan.” kata Metropolitan Photios of Demetrias.

Dalam konsekrasi, Yang Mulia Metropolitan Photios memberikan tiga relik dari tiga martir kudus, yaitu martir Gideon, Js. George dari Ioannina, dan martir tak dikenal dari Serbia.

Tiga relik kudus itu kemudian ditempatkan dalam meja altar yang ditutup dengan cairan lilin. Hal ini merupakan tradisi gereja mula-mula sejak zaman gereja katakombe. Di mana dalam gereja katakombe, umat Kristen mula-mula selalu melayani liturgi di atas makam para martir.

”Hal ini (memberikan relik pada altar) berawal dari gereja mula-mula di katakombe (ketika penganiayaan terhadap orang Kristen). Kristen mula-mula melayani liturgi di atas makam para martir. Di mana makam para martir terdapat meja kudus gereja mula-mula”, ucap Yang Mulia Metropolitan Photios.

Setelah penganiayaan terhadap orang-orang Kristen berhenti, orang-orang Kristen tetap meneruskan untuk melayani di atas relik para martir. Jadi Gereja Orthodox untuk melayani liturgi harus memiliki relik para martir di bawah tempat melayani (liturgi) baik di antimension atau di altar.
Metropolitan Photios juga menambahkan bahwa, hal ini juga ditulis oleh Rasul Yohanes dalam kitab Wahyu 6:9, “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah  dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.”

Pasca memberikan konsekrasi, Yang Mulia Metropolitan Photios juga mengingatkan agar umat Js. Barbara Salatiga menyadari bahwa tempat ini adalah kudus. Oleh karena itu, iman harus makin kuat dan menyadari bahwa doa-doa yang diucapkan di tempat kudus pasti akan semakin berbuah.

”Kamu memiliki tempat kudus di sini. Sekarang, jika kamu berfikir tempat ini suci, maka imanmu lebih kuat. Dan jika imanmu makin kuat, maka doamu akan lebih berbuah.”

Dalam kesempatan yang sama, Yang Mulia Episkop Daniel dari Nikopolis juga menyampaikan harapannya kepada umat Js. Barbara Salatiga. Dalam pesannya, Yang Mulia menyampaikan agar tidak hanya imam, tetapi semua umat dapat memberitakan kabar baik kepada siapapun.

”Kamu harus memberitakan injil kepada orang-orang di sekelilingmu. Saya ingin tempat ini bisa membawa banyak orang untuk datang kepada iman orthodox. Tidak sebatas imam, tetapi semuanya”, pesan Episkop Daniel dari Nikopolis.

(Maximos Immanuel, 27 Januari 2024, Editor oleh Irene W.W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *