PESAN KEBANGKITAN (PASKAH) TAHUN 2023

“Ya Engkau yang telah bangkit dari antara orang mati, bangkitkanlah kami yang telah jatuh ke dalam dosa” (Stikhera Kebangkitan, Irama Keempat)


Para Romo dan Saudara-saudara terkasih dalam nama Tuhan Yang Telah Bangkit:


Tuhan Yesus Kristus, Sang Juruselamat dan Penyembuh, dari kebaikan dan belas kasihan-Nya yang agung telah datang “ditengah-tengah kita” dan mengalami derita yang mengerikan, penghinaan yang memalukan, serta Salib, maut, dan penguburan, sehingga dengan kuasa-Nya yang dahsyat telah mengalahkan musuh kita si Iblis, membinasakan maut, dan mengaruniakan kebebasan, hidup, dan Kebangkitan melalui bangkitnya diri-Nya yang menyelamatkan dunia.

Allah Sang Sabda datang ke dalam dunia dan menjadi daging, yaitu dengan tanpa dosa telah mengambil kodrat kita, kesakitan, kemiskinan, dan kerendahan kita dalam sebuah kesatuan hipostatik dengan diri-Nya sendiri. Dengan cara ini Ia telah mengubahmuliakan kodrat manusia tanpa mengesampingkan sifat-sifatnya, yang tetap Ia pelihara dan jaga tanpa berubah bahkan sesudah penyatuan yang dikehendaki Allah tersebut. Melalui semua karya penebusanNya dan khususnya melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada hari ketiga, Ia membuka lebar gerbang-gerbang Sorga sehingga tak akan ada yang dapat menghalangi kenaikan dan masuknya kita ke sana.


Tuhan kita, Sang Allah-Manusia, membuka Firdaus yang telah tertutup bagi kita oleh sebab ketidaktaatan Adam. Ia yang satu-satunya Pengasih Manusia turun ke dalam kerajaan maut dan membawa bersama dirinya para bapa leluhur kita dan orang-orang saleh dan benar zaman dahulu, yang telah dipenjarakan dengan tidak adil, dan sekarang Ia menantikan kita, kita semua, untuk masuk ke dalam kerajaan kekal-Nya!


Kristus yang telah bangkit, Allah kita yang sejati, melahirkan kita kembali “dari air dan Roh” (Yoh 3:5) dan mengaruniakan kepada kita janji-janji akan hal-hal yang baik yang kita harapkan, dan mencurahkan kepada kita hal-hal yang berguna secara melimpah di dalam Gereja-Nya, dan di atas hal-hal lainnya merahmati kita dengan Liturgi Ilahi demi memberikan kepada kita kekekalan dan menarik kita dari kubangan dosa yang paling mengerikan.


Namun demikian, sebagaimana pada saat kedatangan-Nya di bumi dahulu banyak orang yang meskipun mendengarkan sabda Ilahi-Nya dan melihat mujizat-mujizat-Nya yang mengherankan tidak percaya oleh karena dibutakannya panca indra rohani mereka, demikian juga di setiap zaman, termasuk pada zaman kita sekarang ini banyak orang yang tidak percaya, meskipun mereka telah mendengar dan melihat Ia Yang Bangkit melalui Gereja-Nya, yaitu melalui Kitab Suci dan mujizat dari orang-orang kudus-Nya.

Persoalan tersebut tidak hanya dialami oleh mereka yang tidak percaya, dan orang-orang yang keliru keyakinannya, melainkan juga oleh kita, umat percaya, ketika kita menderita kekalahan spiritual dalam bentuk apapun, dan ketika kita, oleh karena kelambanan dan kemalasan rohani kita menjadi tawanan dari musuh kita si Iblis melalui kejahatan dosa.

Demikianlah Js. Ishak dari Syria menegur kita bahwa kita harus mengingat kembali upaya-upaya apa yang telah kita lakukan, perjuangan apa yang telah kita laksanakan, dan semangat macam apa yang telah kita tunjukkan agar kitab oleh dilepaskan dari penawanan rohani, dan juga erangan pertobatan macam apa yang telah kita suarakan agar kelalaian dan sifat abai meninggalkan kita dan penghiburan Ilahi dapat datang kembali kepada kita. Dengan jalan ini, penyadaran sejati terjadi, nyala api Ilahi dinyalakan kembali, dan harapan membumbung tinggi. Saat itulah jiwa bangkit dari antara orang mati dan kembali kepada keadaan mulianya yang semula. Itulah pengalaman Kebangkitan dalam hidup kita yang sederhana.


Js. Symeon Sang Teolog Baru menyatakan bahwa untuk alasan inilah Allah menjadi manusia dan disalibkan, mati, dan bangkit, sehingga Ia boleh mengaruniakan kepada kita kebangkitan jiwa dalam hidup ini. Demikianlah batin kita yang teralihkan itu boleh dikoreksi dan disatukan dalam doa dan perenungan Kitab Suci. Maka jiwa itu boleh disembuhkan dan memperoleh pengetahuan dan kesadaran akan dirinya sendiri dan tentang Allah (lih. Alphabetical Chapters, 12).

Saudara-saudara dan para Romo yang terkasih dalam Tuhan Yang Bangkit:

Kristus juga bangkit untuk kita, umat percaya di zaman ini, yang telah dibaptis dalam tatacara Orthodox dan yang mengakui kebenaran-Nya dengan segenap keberanian kita. Sehingga ketika kita mengesampingkan dari sebagian perintah-perintah-Nya yang menyelamatkan, kita boleh dengan tanpa ragu tetap percaya bahwa kita tidak akan gagal untuk memperoleh “pemulihan jiwa”. Bahkan bagi kita yang lalai dan tertinggal di belakang, Tuhan telah bangkit untuk menarik dan mendorong kita ke arah kekudusan-Nya!


Banyak dari kita yang telah berpuasa dengan penuh sukacita, namun banyak pula yang berpuasa dengan penuh kekurangan; marilah kita dengan penuh pertobatan menghampiri Komuni Suci dengan Tubuh dan Darah-Nya yang mulia, sehingga kitab oleh dipenuhi dengan keharuman rohani. Seberapa banyak dari kita yang telah menjaga tubuh kita tak tercemar dari dosa-dosa kedagingan dan tentunya telah dikuatkan oleh Rahmat Ilahi, marilah kita menghampiri Altar Kekekalan, bukan berdasarkan kesalehan diri kita sendiri, melainkan berdasarkan kebaikan Kristus, dan marilah kita ikut bersukacita dalam kegembiraan ilahi: “Inilah hari yang telah dijadikan Tuhan, marilah kita bersukacita dan bergembira” (Mazmur 117:24).

Kiranya menjadi nyata bahwa kita adalah peziarah-peziarah sejati dari Tritunggal Mahakudus di atas bumi ini melalui kehidupan yang penuh ketenangan dan damai sejahtera, dan kiranya kita senantiasa menyembah Allah Tritunggal yang ada di Sorga sampai sepanjang segala abad. Amin!

Kristus t’lah bangkit! Benar Dia t’lah bangkit!

SINODE KUDUS

Episkop Agung

+KALLINIKOS dari Athena

Para Anggota

+IOUSTINUS dari Euripos dan Euboa

+GERONTIOS dari Piraeus dan Salamis

+CHRYSOSTOMOS dari Attica dan Boeotia

+GREGORIOS dari Thessalonica

+PHOTIOS dari Demetrias

+MOSES dari Toronto

+DEMETRIUS dari America

+AMBROSIOS dari Philippi dan Maroneia

+CYPRIAN dari Oropos dan Phyle

KLEMES dari Larisa dan Platamon

AMBROSE dari Methone

AUXENTIOS dari Etna dan Portland

THEODOSIOS dari Bresthena

CHRISTODOULOS dari Theoup

[ditandatangani dan dimaterai sebagai SALINAN YANG SAH ]
Sekretaris Pertama Sinode Suci

+Photios dari Demetrias

(diterjemahkan dari teks asli yang dirimkan oleh YM Metropolitan Photios
dengan restu dari Wakil Episkop Arkhimandrit Romo Daniel B.D Byantoro
Sekretaris Umum GOI-GOYS
Sub Diakon Gregorius E.L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *