Suara Hati ke Altar: Perjalanan Yohanes Robiyono Menjadi Romo Diakon

Tangerang – Dalam suasana yang khidmat, HipoDiakon Yohanes Robiyono ditahbiskan menjadi Diakon pada tanggal 10 Mei 2024. Upacara penting ini dilangsungkan di Gereja Js. Petrus dan Paulus, Tangerang, dan dipimpin oleh Yang Mulia Episkop Daniel dari Nikopolis.

Yohanes Robiyono, yang lahir pada tahun 1982 di Kuala Tungkal, Jambi, telah menunjukkan perubahan yang luar biasa dalam perjalanan rohaninya. Memulai hidup di sebuah keluarga Kristen di Jambi dan kemudian pindah ke Bogor pada tahun 1994, Robiyono tidak selalu menjadi pribadi yang religius di masa mudanya. Namun, sebuah peristiwa pada tahun 1998, di mana ia mendengar suara yang memintanya untuk melayani di gereja, telah mengubah jalannya hidup.

Meskipun sempat ragu dan bahkan pernah menyatakan tidak ingin menikah, Robiyono akhirnya menemukan jalan rohaninya melalui dorongan dan dukungan dari berbagai pihak di komunitasnya. Dukungan itu tidak hanya datang dari keluarga dan teman, tetapi juga dari para rohaniawan senior di gerejanya, yang melihat potensi dalam dirinya untuk melayani lebih dalam.

Dorongan untuk menjadi romo mulai serius ketika beberapa umat dari Komunitas Orthodox (Komox) di Bogor mengusulkan gagasan tersebut. Dorongan ini semakin menguat melalui ajakan dari Romo Episkop Daniel, Romo Yakobus, Romo Martinos, dan juga secara tidak langsung dari Romo Juventius. Dengan rendah hati, Robiyono akhirnya memutuskan untuk menyerahkan hidupnya sepenuhnya dalam pelayanan kepada Tuhan.

Ketika keputusan untuk menjadi klerus dibicarakan dengan keluarganya, awalnya mamanya menyetujui. Namun, setelah tahbisan HipoDiakon tanggal 31 Maret 2024 resmi dilakukan, terjadi ketidaksetujuan yang membuat belum ada satu pun anggota keluarganya yang mengetahui status baru Robiyono sebagai Romo Diakon.

Melalui semua tantangan ini, Rm. Diakon Yohanes Robiyono kini memiliki harapan besar untuk Gereja Orthodox Indonesia (GOI). Beliau berharap GOI dapat terus dibangun dari pondasi yang telah diletakkan oleh para pendahulunya, menjadikan organisasi gereja yang sehat dan setia pada ajaran para rasul.

Semangat dan dedikasi Romo Diakon Yohanes Robiyono dalam menjalani hidup rohaninya, memberikan inspirasi bagi banyak orang di komunitasnya. Harapannya, peran barunya ini dapat membawa dampak positif lebih luas lagi bagi masyarakat dan gereja di Indonesia. Axios Axios Axios !

Oleh : Irene W.W (14 Mei 2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *