Enam Tahun Menanti, Komox Makassar Kini Memiliki Presbiter

Komunitas Orthodox (Komox) Para Rasul Kudus Makassar telah berdiri sejak tahun 2018. Bermula dari keluarga Bapak Gregorius Efraent Lamorahan, kini komox pertama di Kota Makassar tersebut terus bertumbuh. Sedikit demi sedikit Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru yang haus akan ajaran gereja purba. Namun, sejak enam tahun dari berdirinya, menurut Bapak Efraent yang kini menjadi Romo Presbiter Gregorius tidak adanya seorang imam menjadi salah satu hambatan bagi komox di Makassar ini.


” kesulitan kami adalah kami tidak punya presbiter yang ada di tempat. Sehingga banyak hal cukup terkendala. Misalnya sudah ada katekumen yang siap dibaptis, terus imamnya belum ada. Nah kadang kami dapat kunjungan 1 tahun sekali dua kali. Yah, itulah suka dukanya umat diaspora.”

Romo Gregorius juga menambahkan, harapan untuk memiliki seorang presbiter selalu saja ada rintangan yang coba menghalangi. Salah satunya adalah pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu hambatan itu. Sebab rencananya, jika tidak ada pandemi, mungkin sudah ada beberapa tahbisan di GOI dan bisa melayani di Makassar.

Namun syukur kepada Tuhan, setelah bergumul dan berharap bersama akan adanya imam, kini umat dari kota Ujung Pandang (sekarang disebut Kota Makassar) itu memiliki imam pertamanya. Setelah ditahbiskan menjadi subdiakon tahun 2019, pada 28 Januari 2024 Bapak Gregorius Efraent ditahbiskan menjadi Romo Presbiter Gregorius.


Bagi suami dari Presbitera Anna ini, tahbisan imamat yang diterimanya saat ini adalah sesuai rencana dan kehendak Tuhan. Karenanya, dalam mempersiapkan tahbisan ini beliau juga bergumul baik secara spiritual dan fisik. Sehingga tugas keimamatan yang diembannya juga dapat dilaksanakan dengan baik.


”Padahal kan umat ini harus diberi makan seharusnya oleh gembalanya, jadi saya kira semua ada dalam kehendak Tuhan sampai ini bisa terjadi. Saya bergumul secara spiritual, secara fisik juga dalam menghadapi tahbisan ini”


Bagi Romo yang juga ditahbiskan sebelumnya menjadi diakon, persiapan pra tahbisan juga menjadi hal yang penting. Selain berpuasa, sebagai imam yang menikah mempersiapkan pasangan menjadi presbitera juga hal yang harus dipersiapkan.


”Jadi persiapan kita puasa ya itu prosedurnya…. jadi Rabu Jumat kan memang kita puasa kan? Tetapi yang Jumat itu lebih dikencengin karena sudah mau itu (ditahbiskan). Lalu ada yang berbeda, karena kami sama-sama presbiter menikah, jadi mungkin presbitera juga dapat pesan khusus dari episkop. Presbitera Anna, isteri saya itu mendapat pesan chat WhatsApp khusus, wejangan khusus sebelum itu, artinya ya sekarang suamimu bukan milikmu saja, milik gereja juga. Jadi ya harus…karena tidak mudah. “
Dalam pesan pertamanya sebagai presbiter, Romo Gregorius berpesan agar umat dapat tetap setia dengan gerejaNya. Baginya, Gereja adalah seperti Bahtera Nuh yang bertujuan untuk menjaga keluarga Nuh dan semua hewan di dalamnya tetap selamat. Meskipun dalam bahtera tersebut banyak ketidaknyamanan, tetapi tujuan bahtera adalah keselamatan bagi semua penumpangnya.

Penulis : Maximos Immanuel, 2 Februari 2024

Editor : Irene W.W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *