Seri Prolog Ohrid 28 Februari Kalender Julian

JANASUCI PROTERIUS, PRESBITER MARTIR
Janasuci ini adalah seorang presbiter di Alexandria pada masa ketika Dioscorus, seorang penganut bidah, menjadi patriark Alexandria. Dioscorus merupakan salah satu pemimpin bidah Monofisit yang mengajarkan bahwa hanya ada satu natur dalam diri Kristus [Manusia] dan bukan dua natur [Manusia dan Ilahi]. Marcian dan Pulcheria juga berkuasa pada waktu itu sebagai kaisar dan permaisuri. Proterius, orang suci dan taat ini, berdiri melawan Dioscorus, yang karena itu ia menderita banyak kesengsaraan. Kemudian Konsili Ekumenis Keempat [Kalsedon, 451 M] diselenggarakan di mana bidah Monofisit dikutuk, Dioscorus dicopot dari takhta patriarkal dan diasingkan. Proterius, orang yang benar-benar beriman ini, terpilih menggantikannya. Ia memimpin Gereja dengan semangat dan kasih; seorang pengikut Kristus yang sejati. Namun, para pengikut Dioscorus tidak berhenti membuat kekacauan di Alexandria. Pada waktu salah satu kekacauan berdarah tersebut, Proterius meninggalkan kota dengan niat untuk sementara waktu tinggal di tempat lain. Dalam perjalanan, Nabi Yesaya muncul kepadanya dalam sebuah visi dan berkata: “Kembali ke kota, aku menunggu untuk membawamu.” Proterius kembali ke Alexandria dan masuk ke gereja. Setelah mendengar tentang ini, para bidat yang marah menyerbu ke dalam gereja, menangkap patriark dan menusuknya berkali-kali dengan pisau. Enam orang Kristen lainnya juga dibunuh bersama Proterius. Dengan demikian, Proterius, gembala agung domba Kristus ini, menerima mahkota martir untuk kebenaran Orthodoxy pada tahun 457 M.

JANASUCI BASILIUS, SANG PENGAKU IMAN
Basilius adalah teman dan sependeritaan bersama Janasuci Procopius dari Decapolis. Basilius dengan setia mengikuti gurunya Procopius, baik dalam masa damai maupun dalam masa penganiayaan. Ia menderita banyak kesulitan dari para kaum ikonoklas dan ketika para kaum ikonoklas dikalahkan, Basilius menurut Kehendak Allah, kembali bersama Procopius ke biaranya di mana ia menjalani hidup asketis dengan berpuasa dan berdoa. Ia meninggal dengan damai pada tahun 747 M.

JANASUCI NESTOR, PRESBITER MARTIR
Nestor adalah Episkop Magydos di Pamphylia. Ia terkenal karena kelembutannya yang agung. Selama masa pemerintahan Decius, ia diadili dan disiksa dengan kejam karena Kristus. Sebelum kematiannya, ia melihat dalam sebuah visi, seekor domba kurban, yang ia tafsirkan sebagai tanda pengorbanannya yang akan datang. Ia disiksa oleh Eparch [gubernur] Publius dan pada akhirnya disalibkan di Perga, ibu kota provinsi tersebut, pada tahun 250 M.

JANASUCI NICHOLAS, YANG BODOH DEMI KRISTUS DARI PSKOV
Nicholas hidup sebagai “yang bodoh demi Kristus” di kota Pskov selama masa pemerintahan Tsar Ivan yang Mengerikan dan meninggal pada tanggal 28 Februari 1576 M.

REFLEKSI
“Orang-orang bodoh demi Kristus” terkenal karena keberanian langkanya. Janasuci Nicholas berlari di sepanjang jalan Pskov berpura-pura gila menegur orang-orang karena dosa-dosa tersembunyi mereka dan meramalkan apa yang akan menimpa mereka. Ketika Ivan yang Mengerikan memasuki Pskov, seluruh kota berada dalam ketakutan dan teror dari Tsar yang Mengerikan tersebut. Sebagai sambutan untuk Tsar, prosphora dan garam ditempatkan di depan setiap rumah, tetapi orang-orang tidak muncul. Ketika walikota menyajikan prosphora dan garam di atas diskos kepada Tsar di depan gereja, Tsar mendorong diskos itu dan prosphora serta garam jatuh ke tanah. Pada saat itu, Janasuci Nicholas yang Terberkati muncul di depan Tsar dengan sticharion panjang yang diikat dengan zona, melompat-lompat dengan baston seperti seorang anak kecil dan kemudian berteriak: “Ivanushka, Ivanushka, makan prosphora dan garam dan bukan darah manusia.” Para prajurit bergegas keluar untuk menangkapnya tetapi ia melarikan diri dan bersembunyi. Tsar yang mengetahui tentang Janasuci Nicholas yang Terberkati ini, siapa dan sedang apa ia, mengunjunginya di tempat tinggalnya yang sederhana. Hari itu adalah minggu pertama Puasa Agung. Setelah mendengar bahwa Tsar akan mengunjunginya, Nicholas menemukan sepotong daging mentah dan ketika Tsar memasuki tempat tinggalnya, ia membungkuk dan menawarkan daging itu kepada Tsar. “Makanlah Ivanushka, makan!” Dengan marah, Tsar yang Mengerikan itu menjawab: “Aku adalah seorang Kristen dan aku tidak makan daging selama Masa Puasa.” Kemudian orang suci itu dengan cepat menjawab kepadanya: “Tetapi kamu melakukan yang lebih buruk: kamu memakan daging dan darah manusia, melupakan bukan hanya Puasa tetapi juga Tuhan!” Pelajaran ini masuk begitu dalam ke relung hati Tsar Ivan dan ia malu, segera meninggalkan Pskov di mana ia berniat melakukan pembantaian besar.

RENUNGAN
Untuk merenungkan Tuhan Yesus sebagai Roti Kehidupan: “Akulah Roti Kehidupan” (Yohanes 6:48).

Sebagai Roti yang mana jiwa diberi makan dan hidup;

Sebagai Roti yang mana nous diberi makan dan diterangi;

Sebagai Roti yang mana hati diberi makan dan dimuliakan.

HOMILI
-Tentang makanan jiwa- “Akulah Roti Kehidupan” (Yohanes 6:48). Demikianlah kata Tuhan Yesus kepada generasi manusia yang lapar. Kata ini telah terwujud sepanjang berabad-abad kepada banyak pengikut Kristus yang menerima Tuhan sebagai makanan jiwa mereka. Seorang pemuda putus asa yang hampir bunuh diri mengaku kepada seorang bapa rohani. Bapa rohani itu mendengarkannya dengan cermat dan berkata kepadanya: “Anakku, kamu yang harus disalahkan atas malapetaka kamu. Jiwamu kelaparan hingga mati. Sepanjang hidupmu, kamu hanya belajar bagaimana memberi makan tubuhmu, tetapi kamu tidak pernah berpikir bahwa jiwa membutuhkan makanan; lebih besar dan lebih sering daripada yang dibutuhkan tubuh. Jiwamu di ambang kematian karena kelaparan. Anakku, ambillah dan minumlah Kristus [Komuni Suci]. Hanya itu yang dapat menghidupkan kembali jiwamu dari kematian. Ambil dan minumlah Kristus setiap hari dan terus-menerus. Dia adalah Roti yang memberi kehidupan bagi jiwa kita.” Pemuda itu mendengarkan orang tua tersebut dan kembali tersadar. Saudara-saudara, marilah kita memberi makan jiwa kita dengan Kristus agar jiwa kita dapat hidup dan sehat.

Mari kita terus-menerus memberi makan nous kita dengan pikiran-pikiran Kristus agar nous kita dapat diterangi dan jernih. Mari kita terus-menerus memberi makan hati kita dengan cinta Kristus agar hati kita dapat penuh kegembiraan dan sukacita. Mari kita terus-menerus memberi makan kehendak kita dengan perintah-perintah Kristus dan teladan Kristus agar kehendak kita, setiap menit, dapat melakukan perbuatan baik. Biarlah pikiran-pikiran Kristus menjadi pikiran kita dan cinta Kristus menjadi cinta kita dan kehendak baik Kristus menjadi kehendak baik kita. Mari kita terus-menerus memberi makan jiwa kita dengan Tuhan Kristus; dengan jiwa kita mari kita terus-menerus mengambil bagian darinya dan minum Dia! Tidak ada Roti yang lebih bergizi daripada Dia; tidak ada minuman yang lebih manis daripada Dia. Dalam Komuni Suci, Dia memberikan Diri-Nya sepenuhnya kepada kita: Tubuh dan Darah.

Namun, Komuni Suci adalah peringatan bahwa jiwa kita harus terus-menerus diberi makan oleh Dia; terus-menerus mengambil bagian dariNya dan minum dariNya seperti kita terus-menerus bernapas. Oh, Allah dan Tuhan kami yang Manis, bangkitkan jiwaku agar terus-menerus diberi makan oleh Engkau dan tetap hidup. Engkau adalah Roti Kehidupan kami. BagiMu kemuliaan dan ungkapan syukur selalu. Amin.

Sumber : The Prolog of Ohrid oleh Js. Nikolai Velimirovich dari Ohrid dan Zhicha

Diterjemahkan oleh : Irene W.W (14 Maret 2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *