Jakarta – Gereja Orthodox Indonesia (GOI) pada hari ini, Rabu 25 Pebruari 2026 melaksanakan audiensi resmi dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Pertemuan tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan pelayanan GOI di Tanah Air, khususnya dalam memperkenalkan hierarki Gereja yang berasal dari Yunani kepada pemerintah Indonesia.

Delegasi Gereja dipimpin oleh Episkop Daniel dari Nikopolis dan Metropolitan Photios dari Demetrias yang datang langsung dari Athena, Yunani. Turut mendampingi para hierarki adalah para pengurus pusat GOI serta sebagian umat Orthodox Indonesia.
Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Dr.Jeane Marie Tulung,S.Th,M.Pd, beserta jajaran staf Kementerian Agama RI.

Dalam pertemuan tersebut, GOI secara resmi memperkenalkan para hierarki yang menaungi Gereja Orthodox Indonesia, yang memiliki garis apostolik dan kesatuan iman dengan Gereja Orthodox di Yunani. Kehadiran Episkop Daniel dan Metropolitan Photios menegaskan bahwa GOI berkomitmen untuk bertumbuh secara tertib, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.
Metropolitan Photios menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah Indonesia terhadap keberagaman tradisi Kekristenan yang hidup di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Gereja Orthodox, meskipun berakar pada tradisi kuno Gereja Perdana, hadir untuk berjalan bersama masyarakat Indonesia dengan semangat damai dan hormat kepada budaya serta hukum negara.

Dalam audiensi tersebut, para hierarki dan pengurus GOI menegaskan komitmen Gereja untuk menjaga persatuan bangsa. GOI memahami dirinya sebagai bagian dari mozaik kebangsaan Indonesia, yang turut serta membangun harmoni di tengah masyarakat majemuk.
Menteri Agama RI melalui Dirjen Bimas Kristen menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan seluruh elemen gereja di Indonesia. Pemerintah mengapresiasi langkah GOI yang proaktif memperkenalkan struktur kepemimpinan gerejawi demi terciptanya keteraturan administrasi dan hubungan yang konstruktif.

Audiensi ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi simbol sinergi antara Gereja dan Negara. Bagi GOI, kehadiran hierarki dari Yunani bukanlah bentuk keterasingan dari konteks Indonesia, melainkan wujud persekutuan iman yang universal sekaligus kesiapan untuk melayani secara lokal.
Melalui pertemuan ini, Gereja Orthodox Indonesia berharap hubungan yang harmonis dengan pemerintah semakin kokoh, sehingga pelayanan pastoral, pendidikan iman, dan karya sosial dapat berjalan dengan baik, tertib, dan membawa damai bagi seluruh masyarakat Indonesia
















































Leave a Reply