Kerendahan Hati dalam Perjuangan Rohani: Kebijaksanaan Js. Moses Si Hitam

Kutipan dari Js. Moses Si Hitam:
“Kamu berpuasa, tetapi Setan tidak makan. Kamu bekerja keras, tetapi Setan tidak pernah tidur. Satu-satunya hal yang bisa membuat kamu lebih unggul dari Setan adalah dengan memperoleh kerendahan hati, karena Setan tidak memiliki kerendahan hati,” memiliki implikasi teologis penting dalam konteks Kristen Orthodox.

Asketis dan Berpuasa
Dalam Ortodoksi, “berpuasa” (asketis) dianggap sebagai latihan rohani yang esensial. Ini bukan hanya menahan diri dari makanan fisik, tetapi merupakan tindakan pengendalian diri yang membawa seseorang lebih dekat kepada kekudusan dan kesempurnaan rohani. Namun, Js. Moses mengingatkan bahwa tindakan luar seperti berpuasa, tanpa transformasi batin, tidak cukup untuk mengatasi tipu daya Setan.

Pekerjaan Rohani
Ketika Js. Moses berbicara tentang “bekerja keras”, ia merujuk pada pekerjaan rohani yaitu doa, studi Kitab Suci, dan partisipasi dalam Sakramen. Namun, ia menekankan bahwa aktivitas rohani tanpa henti ini harus disertai dengan kerendahan hati, karena tanpa itu semua tidak cukup untuk membawa kita lebih dekat kepada Tuhan.

Setan dan Keangkuhan
Dalam teologi Orthodox, Setan sering dikaitkan dengan keangkuhan dan kesombongan. Js. Moses menggambarkan Setan sebagai entitas yang tak terpengaruh oleh praktik keagamaan manusia. Hal ini menegaskan pandangan Orthodox bahwa keangkuhan adalah dosa utama yang menyebabkan kejatuhan Setan.

Kerendahan Hati sebagai Senjata
Inti dari ajaran Js. Moses adalah bahwa kerendahan hati adalah kualitas yang paling bertentangan dengan Setan. Dalam Ortodoksi, kerendahan hati (tapeinophrosyne) tidak hanya dihargai sebagai kebajikan, tetapi sebagai pusat dari kehidupan rohani Kristen. Kerendahan hati adalah pengakuan akan ketergantungan total kita kepada Tuhan, dan penolakan terhadap keangkuhan yang memisahkan kita dari Dia.

Perjuangan Rohani dan Kebebasan dalam Kristus
Kutipan ini juga menggarisbawahi gagasan perjuangan rohani (agōnia) dalam Ortodoksi, di mana kehidupan rohani dipandang sebagai perjuangan melawan kekuatan-kekuatan jahat. Kerendahan hati merupakan cara di mana seorang Kristen dapat mengalahkan tipu daya Setan dan menemukan kebebasan sejati dalam Kristus.

Secara keseluruhan, kata-kata Js. Moses Si Hitam menegaskan bahwa dalam kehidupan rohani Orthodox, bukan hanya praktik eksternal seperti berpuasa dan kerja keras yang penting, tetapi juga dan terutama, pembentukan kerendahan hati yang mendalam sebagai pondasi dari hubungan kita dengan Tuhan dan perjuangan melawan kejahatan spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *