RABU DARI MINGGU KEDUA PUASA CATUR DASA (PRA-PASKAH)

RENUNGAN SETIAP HARI DARI FIRMAN ALLAH MENURUT BACAAN GEREJA ORTHODOX

Oleh: Janasuci Theophan Sang Penyendiri

Penterjemah: Arkhimandrit Daniel B.D.Byantoro

Yesaya 5:16-25; Kejadian 4:16-26, Amsal 5:15-6:3

Ketika Musa dan Harun mulai memohon kepada Firaun untuk membiarkan umat pergi, jawaban dari permohonan ini pekerjaan yang makin bertambah bagi umat Israel yang ditekan, sampai pada titik di mana mereka mengeluarkan teriakan melawan para orang yang memohonkan bagi mereka:

”Kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun” ( Keluaran 5:21)

Tepat seperti inilah apa yang dialami jiwa dari orang yang bertobat. Ketika takut akan Allah dan hati nurani seseorang – gambaran dari Musa dan Harun secara batiniah – mulai mengilhami jiwa sampai akhirnya jiwa itu bangkit berdiri di atas kakinya dan membuang belenggu perbudakan yang berdosa, sukacita akan menguasai seluruh bagian anggota-anggota tubuhnya. Tetapi musuhnya tidak tertidur dan tak akan membiarkan dia lepas.

Dia akan menumpukkan bergunung-gunung halangan-halangan mental, misalnya pemikiran-pemikiran bahwa dosa itu tak dapat dikalahkan, dan dia akan memasukkan rasa takut dari segala arah: takut akan kemakmuran miliknya, takut akan hubungan-hubungannya secara lahiriah yang dimilikinya, takut akan pengaruh-pengaruh yang dimilikinya, bahkan takut akan kehidupannya sendiri.

Bahkan akan terjadi bahwa dia akan berhenti, padahal dia baru saja mulai. Hendaknya engkau diilhami, wahai saudaraku!

“TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya” (Yesaya 5:16).

Allah itu lebih kuat dari musuhmu. Berserulah kepadaNya, dan engkau akan mendengar hal yang sama yang didengar Musa pada jaman itu :

”Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.” (Keluaran 6:6b).

Si musuh itu tak memiliki kuasa atas jiwa seseorang, dia hanya dapat menakut-nakuti jiwa itu dengan khayalan gertakan-gertakan yang menakutkan. Jangan menyerah. Bertahanlah dan majulah dengan penuh keberanian, katakan pada dirimu sendiri:

Aku tak akan menyerah, bahkan sampai matipun. Dan akan maju dengan beraninya ke mana saja Tuhan memanggilku, dengan semangat pertobatan yang sekarang sedang bekerja di dalam diriku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *