Seri Prolog Ohrid 5 Maret Kalender Julian

  1. MARTIR SUCI CONON DARI ISAURIA

Conon dibesarkan dalam iman Kristus dan dibaptis atas nama Tritunggal Mahakudus dan Pemberi Hidup oleh Malaikat Agung Mikhael, Panglima Pasukan Malaikat Tuhan. Hingga kematiannya, malaikat agung Tuhan senantiasa menjaganya secara tak terlihat. Conon diterangi dan dikuatkan oleh Anugerah Roh Kudus sehingga hatinya tidak digerakkan oleh hal duniawi, melainkan hanya oleh yang rohani dan surgawi. Ketika orang tuanya memaksanya menikah, pada malam pertama ia mengambil lilin dan meletakkannya di bawah sebuah wadah dan bertanya kepada pengantinnya, “Mana yang lebih baik, terang atau kegelapan?” Dia menjawab, “Terang.” Kemudian ia mulai berbicara tentang Iman Kristus dan kehidupan rohani yang jauh lebih unggul dan menarik daripada yang fisik. Dalam hal ini ia berhasil. Setelah itu Conon mengubah istri dan orang tua istrinya menjadi penganut Iman Kristus. Conon dan istrinya hidup seperti saudara. Tak lama kemudian, istri dan orang tuanya meninggal, dan ia sepenuhnya meninggalkan kehidupan duniawi dan mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk berdoa, berpuasa, dan berpikir saleh. Ia melakukan mukjizat besar yang mana melalui itu ia mengubah banyak orang menjadi Kristen. Di antara contoh lain, Conon memaksa roh jahat untuk melayaninya. Selama masa penganiayaan, ia ditangkap, disiksa, dan ditusuk dengan pisau. Orang sakit yang mengoleskan darahnya menjadi sembuh. Setelah itu, ia hidup selama dua tahun lagi di kotanya Isauria dan menghadap kepada Tuhan. Janasuci yang mulia ini hidup dan menjadi martir pada abad kedua.

  1. MARTIR SUCI CONON SI TUKANG KEBUN

Conon lahir di Nazaret. Ia baik dan polos serta mendapat karunia dari Tuhan. Selama pemerintahan Decius, Conon dianiaya, menderita, dan menjadi martir karena Kristus. Sepanjang waktu, ia tetap kuat dalam Iman. Ia menegur dan mengkritik hakim-hakim pagan karena kebodohannya. Dengan paku ditancapkan di kakinya dan diikat pada kereta pangeran, orang kudus yang baik hati dan polos ini diseret hingga ia benar-benar lelah dan jatuh. Saat itulah ia berdoa untuk terakhir kali dan menyerahkan jiwanya kepada Tuhan pada tahun 251 M.

  1. HESYCHIUS YANG TERHORMAT, SI TUKANG PUASA

Hesychius lahir dekat Brusa pada abad kedelapan. Kemudian ia mundur ke Gunung Maion yang memiliki reputasi buruk karena penampakan iblis. Di sana, Hesychius membangun sebuah pondok untuk dirinya sendiri dan kapel untuk menghormati Janasuci Andreas Sang Rasul. Ia mengelilinginya dengan kebun yang ia tanami untuk hidup dari hasil kerjanya sendiri. Melalui doanya ia melakukan banyak mukjizat. Hesychius meramalkan bahwa setelah kematiannya akan dibangun sebuah biara di tempat itu. Sebulan sebelumnya, ia meramalkan hari dan jam kematiannya. Tepat tengah malam pada hari yang diramalkan, beberapa orang melihat pondoknya bersinar dengan cahaya luar biasa. Ketika mereka tiba, mereka menemukannya sudah meninggal. Hesychius meninggal dengan damai dan diterima ke dalam kerajaan Tuhannya pada tahun 790 M. Ia dimakamkan di gereja Janasuci Andreas. Kemudian, Theophylactus, Episkop Amasea, memindahkan jasadnya ke Amasea.

  1. MARKUS YANG TERHORMAT, SANG ASKETIK

Markus adalah seorang asketik dan pekerja mukjizat. Pada usia empat puluhan tahun, ia ditahbiskan menjadi biarawan oleh gurunya Janasuci Yohanes Krisostomos. Markus kemudian menghabiskan enam puluh tahun lagi di padang gurun Nitria dalam puasa, doa, dan menulis banyak karya rohani tentang keselamatan jiwa. Ia hafal seluruh Kitab Suci. Ia sangat penyayang dan baik hati. Ia menangis banyak untuk kesengsaraan yang menimpa seluruh ciptaan Tuhan. Pada suatu kesempatan, sambil menangis, ia berdoa kepada Tuhan untuk seekor anak anjing hyena yang buta, dan anak anjing itu mendapatkan penglihatannya. Sebagai ucapan syukur, ibu hyena itu membawa kepadanya sebuah kulit domba. Sang janasuci melarang hyena itu untuk membunuh domba orang miskin lagi. Ia menerima Komuni dari tangan para malaikat. Homilinya tentang hukum rohani, tentang pertobatan, tentang kesederhanaan, dll, dianggap sebagai karya sastra gereja kelas satu. Karya-karya ini dipuji oleh Patriark Agung Photius sendiri.

RENUNGAN

Mengapa beberapa orang, yang terpelajar dan dibaptis sebagai Kristen, meninggalkan Kekristenan dan menyerahkan diri mereka pada filsafat dan teori-teori yang dipelajari, seolah-olah ini lebih benar daripada Kekristenan? Mereka melakukan ini karena dua alasan utama: entah karena pemahaman tentang Kekristenan yang sangat dangkal atau karena dosa. Pemahaman dangkal tentang Kristus menolak-Nya dan melarikan diri dari Kristus seperti halnya seorang penjahat menghindari hakim. Orang Kristen yang dangkal dan berdosa sering kali marah dan geram dengan Kekristenan seperti halnya para pagan. Bagi mereka yang dangkal dan bersalah, lebih nyaman bagi mereka untuk berendam di rawa pikiran manusia yang dangkal daripada di kedalaman Kristus yang penuh bahaya. Bagi mereka yang sungguh-sungguh mengikuti Kristus, Dia terus-menerus memanggil mereka ke kedalaman yang lebih besar; seperti yang pernah Dia katakan kepada Rasul Petrus, “Bertolaklah ke tempat yang dalam” (Lukas 5:4). Janasuci Markus Sang Asketik menulis bahwa hukum Tuhan dipahami sesuai dengan pemenuhan perintah Tuhan: “Ketidaktahuan memaksa seseorang untuk berbicara berlawanan dengan apa yang menguntungkan dan keangkuhan menggandakan kejahatan.”

KONTEMPLASI

Merenungkan Misteri Komuni sebagai Misteri Kesempurnaan Cinta:

  1. Karena di pihak Kristus, hal ini berarti memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada umat beriman-Nya;
  2. Oleh karena itu, Kristus diterima dengan iman dan kepercayaan di pihak umat beriman;
  3. Oleh karena itu, hal ini mengarah pada persatuan Allah dengan manusia yang penuh sukacita, berbuah dan menyelamatkan.

HOMILI

-Tentang berjalan bersama Kristus ke kedalaman- “Bertolaklah ke tempat yang dalam” (Lukas 5:4). Inilah perintah Tuhan kita kepada Petrus dan para rasul lainnya “setelah Dia selesai berbicara” (Lukas 5:4). Ini berarti bahwa Dia pertama-tama memberikan instruksi dan segera setelah itu, Dia meminta mereka untuk bertindak. Ini juga penting bagi kita. Karena segera setelah kita belajar sesuatu dari Injil, kita perlu segera keluar dan menerapkannya. Karya murid adalah sesuatu yang berharga di mata Tuhan, bukan hanya di mata muridnya saja. “Bertolaklah ke tempat yang dalam”. Di tepi pantai, dari perairan yang dangkal, Tuhan kita berbicara kepada orang-orang yang kurang tercerahkan dalam misteri Kerajaan Allah. Dia mengundang para rasul menuju ke tempat yang dalam. Di perairan dangkal, bahayanya lebih sedikit, tetapi tangkapannya juga lebih kecil. Di perairan dangkal terdapat ular, katak, dan makhluk air lain yang tidak terlalu menjijikkan. Itu semua bahayanya. Di perairan dangkal hanya terdapat ikan-ikan kecil; itulah hasil keseluruhannya. Namun di kedalaman yang lebih dalam, bahayanya juga lebih besar. Di sana engkau melihat makhluk laut besar dan badai besar. Itu berbahaya. Namun ada juga ikan yang jauh lebih besar dan lebih baik dalam jumlah besar; itulah hasil tangkapannya. Oh, orang yang tercerahkan, mari masuk ke kedalaman! “Bertolaklah ke tempat yang dalam,” lautan misteri kehidupan, tetapi jangan berangkat tanpa Kristus dalam perahumu. Jangan sekali-kali. Engkau mungkin menghabiskan seluruh malam kehidupan tanpa mendapatkan apa-apa, seperti yang dikatakan Petrus, “telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa” (Lukas 5:5). Tidak hanya itu, engkau bisa menghadapi hal yang jauh lebih buruk jika Kristus tidak ada dalam perahumu. Mungkin angin dapat membawamu pergi dan melemparkanmu ke jurang. Mungkin binatang laut besar dan mengerikan akan memakanmu. Angin, wahai orang yang tercerahkan, itulah nafsumu sendiri yang tak terhindarkan menemanimu jika engkau berangkat ke kedalaman tanpa Kristus. Binatang laut yang sangat besar dan mengerikan adalah iblis yang, dalam sekejap mata, dapat menghancurkanmu dalam sekejap mata. “Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.” (Markus 5:13). Namun, jika engkau pergi bersama Kristus ke tempat yang dalam, jangan takut pada apa pun; tetapi pergilah dengan penuh sukacita dan keberanian, melekatlah pada Kristus. Engkau akan mendapatkan hasil tangkapan terbaik; dan engkau akan mengisi kedua perahu itu, baik jasmani maupun rohani. Engkau akan mendapatkan tangkapan terbaik, hai yang berdedikasi, dan, tanpa bahaya apa pun, Engkau akan tiba di pantai, ke pantai Kerajaan Kristus. Tidak ada tempat tanpa Kristus! Baik di tempat yang dangkal maupun di tempat yang dalam. Di tempat yang dangkal engkau akan merasa kesal karena kelaparan dan banyak rasa jijik yang kecil, tetapi di tempat yang lebih dalam, kejahatan yang lebih besar akan menimpamu. Wahai Juruselamatku Yang Maha Kuasa, Engkaulah Nahkoda kami, Pertahanan kami, Pelabuhan kami. BagiMu kemuliaan dan syukur selalu. Amin.

Sumber : The Prolog of Ohrid oleh Js. Nikolai Velimirovich dari Ohrid dan Zhicha
Diterjemahkan oleh : Irene W.W (20 Maret 2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *