Seri Prolog Ohrid 6 Maret Kalender Julian

  1. Empat Puluh Dua Martir Kudus dari Ammoria

Mereka adalah komandan bagi Kaisar Bizantium Theophilus. Ketika Kaisar Theophilus kalah dalam pertempuran melawan kaum Saracen di kota Ammoria, kaum Saracen menaklukkan kota tersebut, menawan banyak orang Kristen termasuk para komandan ini. Orang Kristen yang tersisa dibunuh atau dijual sebagai budak. Para komandan ini dipenjara selama tujuh tahun. Berkali-kali pemimpin Muslim mendatangi mereka, menasihati dan mengajak mereka untuk memeluk agama Islam, tetapi para komandan menolak. Ketika kaum Saracen berkata, “Muhammad adalah nabi yang sejati, bukan Kristus.” Para komandan itu bertanya kepada mereka, “Seandainya ada dua orang yang berdebat mengenai suatu ladang, lalu yang satu berkata, Ladang ini milikku,' dan yang lain,Bukan, ini milikku,’ dan di dekatnya, salah satu dari mereka mempunyai banyak saksi yang mengatakan bahwa itu adalah ladangnya dan yang lainnya tidak mempunyai saksi, kecuali hanya dirinya sendiri. Apa yang akan kamu katakan, ‘Ladang siapa itu?'” Orang-orang Saracen itu menjawab, “Tentu saja, kepada orang yang mempunyai banyak saksi!” “Kamu telah menilai dengan benar,” jawab para komandan. Begitu pula dengan Kristus dan Muhammad. Kristus mempunyai banyak saksi: Nabi-nabi dahulu kala, dari Musa sampai Yohanes Pembaptis, yang juga kamu kenali dan yang memberikan kesaksian kepada dan tentang Dia [Kristus], namun Muhammad hanya bersaksi sendiri bahwa dia adalah seorang nabi dan tidak mempunyai satupun saksi. Orang-orang Saracen merasa malu dan sekali lagi mereka berusaha mempertahankan iman mereka dengan cara berikut: “Iman kami lebih baik daripada Iman Kristen sebagaimana dibuktikan dengan ini: Tuhan memberi kami kemenangan atas kamu dan memberi kami tanah terbaik di dunia dan kerajaan yang jauh lebih besar dari agama Kristen.” Para panglima menjawab, “Jika demikian, maka penyembahan berhala orang Mesir, Babilonia, Yunani, Romawi, dan penyembahan api orang Persia adalah keimanan yang benar, karena pada suatu waktu, semua bangsa ini telah menaklukkan bangsa lain dan memerintah mereka. Jelaslah bahwa kemenangan, kekuasaan dan kekayaanmu tidak membuktikan kebenaran imanmu. Kita tahu bahwa Tuhan, kadang-kadang, memberikan kemenangan kepada orang-orang Kristen dan, di lain waktu, mengijinkan penyiksaan dan penderitaan untuk mengoreksi mereka dan membawa mereka kepada pertobatan dan penyucian dosa-dosa mereka.” Setelah tujuh tahun, mereka dipenggal pada tahun 845 M. Jenazah mereka kemudian dibuang ke sungai Efrat, namun mereka diapungkan ke seberang pantai tempat mereka dikumpulkan dan dikuburkan secara terhormat oleh umat Kristiani.

  1. Ayub yang Diberkati

Ayub lahir di Moskow pada tahun 1635 Masehi. Kidungan gereja dan layanan liturgi menariknya ke Gereja. Ia menjadi bapa rohani bagi Kaisar Petrus yang Agung namun, karena intrik, ia mengundurkan diri ke Biara Slovecki, di mana ia menjalani kehidupan asketis yang sulit. Pada tahun 1720 Masehi, di usia delapan puluh lima tahun, ia meninggal dalam Tuhan. Sebelum kematiannya, ia berseru, “Terpujilah Allah nenek moyang kita dan seperti Dia adanya, aku tidak takut tetapi, dengan sukacita, aku meninggalkan dunia ini.”

  1. PARA MARTIR SUCI CONON SANG AYAH DAN CONON SANG ANAK

Ketika ayahnya sudah tua, anaknya berusia tujuh belas tahun. Selama pemerintahan Domentian, mereka digergaji menjadi dua karena iman mereka kepada Kristus dan dimuliakan serta dihormati di Gereja di bumi dan di surga. Mereka menderita dengan terhormat pada tahun 275 Masehi.

RENUNGAN

Selama kamu berada di bumi, anggaplah dirimu sebagai tamu di Rumah Tangga Kristus. Jika kamu di meja, Dialah yang menjamu kamu. Jika kamu bernapas, udara-Nyalah yang kamu hirup. Jika kamu mandi, di air-Nyalah kamu mandi. Jika kamu bepergian, di tanah-Nyalah kamu berjalan. Jika kamu mengumpulkan barang, barang-Nyalah yang kamu kumpulkan. Jika kamu boros, barang-Nyalah yang kamu boroskan. Jika kamu kuat, dengan izin-Nyalah kamu kuat. Jika kamu bersama manusia, kamu dan yang lainnya adalah tamu-Nya. Jika kamu di alam bebas, kamu berada di taman-Nya. Jika kamu sendiri, Dia hadir. Jika kamu pergi atau berbelok ke mana saja, Dia melihatmu. Jika kamu melakukan sesuatu, Dia mengingatnya. Dia adalah Penjaga Rumah yang paling perhatian yang pernah menjamu kamu. Berhati-hatilah terhadap-Nya. Dalam rumah tangga yang baik, tamu harus bersikap. Ini semua adalah kata-kata sederhana namun kata-kata ini menyampaikan kepadamu kebenaran yang agung. Semua orang kudus mengetahui kebenaran ini dan mereka mengatur hidup mereka berdasarkan kebenaran itu. Itulah sebabnya Pemilik Rumah Abadi memberi mereka ganjaran dengan kehidupan abadi di surga dan kemuliaan di bumi.

KONTEMPLASI

Untuk merenungkan Misteri Komuni sebagai obat yang memberi kehidupan bagi jiwa dan tubuh:

  1. Sebagai obat yang menyembuhkan dan membersihkan jiwa dari penyakit dosa dan mengembalikannya ke kehidupan;
  2. Sebagai obat yang menyembuhkan dan membersihkan tubuh dari ketamakan dan kejahatan dan mengembalikannya ke kehidupan;
  3. Sebagai obat yang menghidupkan manusia dan membuatnya menjadi anggota Tubuh Kristus yang kekal, yang jika tidak, akan tetap membusuk sampai akhir dan pada akhirnya, ia akan dipotong dan disingkirkan.

HOMILI

-Mengenai pewaris dan hamba- “Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba” (Galatia 4:1). Selama pewaris masih di buaian, apa yang membuatnya lebih baik dari anak seorang hamba? Tubuhnya tidak lebih baik, pikirannya tidak lebih tinggi, keinginannya atau hasratnya tidak lebih murni. Demikianlah anak raja; demikian pula anak hamba; demikian pula anak pengemis. Selama beberapa tahun, anak raja tidak berbeda dari anak hamba. Namun, ketika anak raja mencapai kedewasaan dan dengan kesadaran penuh tentang martabatnya, ia menerima wewenang atas kerajaan, dan ketika anak seorang hamba mencapai kedewasaan penuh dan dengan kesadaran penuh, ia tunduk pada kuk perbudakan. Maka perbedaan yang besar terlihat. Kemudian terbukti jelas bahwa pewaris dan hamba tidak sama. Hamba harus melayani dan raja harus memerintah. Rasul bermaksud mengatakan bahwa hal itu sama dengan orang Kristen dan orang yang bukan Kristen. Orang non-Kristen adalah hamba alam dan orang Kristen berkuasa atas alam. Era non-Kristen dalam sejarah umat manusia menunjukkan kepada kita bagaimana manusia adalah hamba elemen alam, hamba daging, hamba berhala dan makhluk. Era Kristen dalam sejarah umat manusia menunjukkan kepada kita bagaimana manusia adalah tuan dan pemilik, bangsawan dari ras kerajaan dan pewaris segalanya. Bahkan mereka yang mengetahui tentang Satu Allah Yang Benar, seperti orang Israel tahu, tidak seperti anak-anak terhadap Allah atau pewaris terhadap bapa mereka, tetapi adalah hamba dan pelayan terhadap Tuan dan Hakim mereka. “Tetapi setelah genap waktunya” (Galatia 4:4), Anak Tunggal Allah datang ke bumi. Dia membuatnya mungkin “supaya kita diterima menjadi anak” (Galatia 4:5), dan untuk memanggil Roh Allah dan berseru, “ya Abba, ya Bapa” (Galatia 4:6). Saudara-saudari, mengapa Kristus datang ke bumi? Dia melakukannya untuk membuat kita lebih baik dari pada hamba dan untuk memberi kita hak hidup sebagai anak dan tugas sebagai tuan. Hak hidup sebagai anak, yang dalam nama Kristus, kita dapat memanggil Allah, Bapa, dan kewajiban tuan untuk berkuasa atas diri kita sendiri, atas daging kita, atas pikiran kita, atas keinginan kita, dan atas seluruh alam di sekitar kita. O Anak Tunggal Allah, dengan rahmat dan pengorbanan-Mu, kami telah menerima pengangkatan sebagai anak. O bantulah kami agar dengan bantuan-Mu kami dapat bertahan hingga akhir dalam kemurnian dan kebenaran. BagiMu kemuliaan dan syukur selalu. Amin.

Sumber : The Prolog of Ohrid oleh Js. Nikolai Velimirovich dari Ohrid dan Zhicha

Diterjemahkan oleh : Irene W.W (21 Maret 2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *