Seri Prolog Ohrid 3 Maret Kalender Julian

  1. Para Martir Suci: Eutropius, Cleonicus, dan Basilliscus

Mereka adalah sahabat Janasuci Theodore Tiro. Setelah Theodore yang saleh wafat dengan mulia, mereka tertinggal di penjara dan untuk waktu yang lama tidak dijatuhi hukuman karena pergantian wakil kaisar di kota Amasea. Ketika gubernur baru yang lebih kejam dari pendahulunya datang, ia memerintahkan ketiga orang ini dibawa ke hadapannya. Mereka bertiga adalah para pemuda. Eutropius dan Cleonicus adalah saudara kandung, dan Basilliscus adalah kerabat Janasuci Theodore. Ketiganya bagaikan saudara kandung dalam kasih persaudaraan. Mereka berkata kepada gubernur, “Seperti Tritunggal Suci yang tidak terbagi, demikian pula kami oleh iman kami tidak terbagi dan dalam kasih tidak terpisahkan.” Semua rayuan gubernur sia-sia, begitu pula usahanya menyuap Eutropius. Awalnya, wakil tersebut mengajak Eutropius makan bersama, yang ditolak Eutropius dengan mengutip Mazmur, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik” (Mazmur 1:1). Setelah itu, wakil tersebut menawarkan sejumlah besar uang, seratus lima puluh liter perak, yang juga ditolak Eutropius dan mengingatkan gubernur bahwa karena perak, Yudas kehilangan jiwanya. Setelah semua upaya interogasi dan penyiksaan, dua orang pertama dijatuhi hukuman disalib, dan Basilliscus dihukum dipenggal. Dan demikianlah, dua bersaudara disalibkan pada dua salib di mana mereka bersyukur kepada Kristus karena telah membuat mereka layak menerima kematian yang sama dengan yang dialami oleh-Nya sendiri. Yang ketiga, Basilliscus, dipenggal kepalanya. Mereka semua masuk ke Kerajaan Sukacita di mana Janasuci Theodore, komandan mereka, menunggu dan yang sebelum mereka telah dimuliakan oleh Kristus Tuhan dan Sang Pemenang. Mereka menderita dengan terhormat pada tahun 308 M.

  1. Janasuci Piama, Orang Mesir
    Demi Kristus, Piama tidak ingin menikah; dia mengabdikan dirinya pada kehidupan asketis di rumah ibunya. Dia makan sangat sedikit setiap hari. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam doa dan kontemplasi. Piama memiliki “Karunia Pengetahuan.” Dia meninggal dengan damai, mengikatkan jiwanya kepada Tuhan sekitar tahun 377 M.
  2. Gadis yang Tidak Dikenal

Berasal dari rumah yang kaya di Aleksandria, dia memiliki seorang ayah yang baik yang banyak menderita dan berakhir tragis, serta seorang ibu yang jahat yang hidup dengan baik, meninggal dengan damai dan dimakamkan dengan kehormatan. Bingung apakah dia harus hidup menurut contoh ayah atau ibunya, gadis ini memiliki sebuah penglihatan yang mengungkapkan keadaan ibu dan ayahnya di akhirat. Dia melihat ayahnya di Kerajaan Allah dan ibunya dalam kegelapan dan siksaan. Visi ini membantu gadis tersebut memutuskan bahwa dia akan mengabdikan seluruh hidupnya kepada Allah, dan seperti ayahnya, akan berpegang pada perintah Allah, tanpa mempertimbangkan segala kesulitan dan musibah yang harus dia hadapi. Dia setia pada kehendak Allah hingga akhir, dan dengan bantuan Allah, layak untuk Kerajaan Surga di mana dia bersatu kembali dengan ayahnya yang mencintai Allah.

RENUNGAN

Secara manusiawi, Kristus, dengan ketaatanNya, mengangkat diri-Nya pada kedudukan tertinggi dalam Gereja, di dunia dan dalam sejarah umat manusia. Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi pemimpin yang baik jika belum menyelesaikan sekolah ketaatan. Adam kehilangan otoritas dan dominasi atas makhluk hidup dan elemen alam pada saat dia menunjukkan ketidaktaatannya kepada Allah. Abba Moses berkata, “Ketaatan melahirkan ketaatan; jika seseorang mendengarkan Allah, Allah juga akan mendengarkannya.” Jelaslah, bahwa Allah mendengarkan manusia lebih dari manusia mendengarkan Allah, terutama jika mempertimbangkan seberapa sering dan dalam banyak cara manusia berdosa setiap hari melawan perintah Allah. Ini adalah fakta bahwa Allah yang Kekal mendengarkan kita, yang fana, lebih dari kita mendengarkan Dia. Ini seharusnya membuat kita semua yang masih memiliki nurani merasa malu. Ketika Janasuci Eutropius disiksa, bersama dengan dua temannya, ia berdoa kepada Allah, “Datanglah membantu kami seperti Engkau datang kepada hamba-Mu Theodore Tiro.” Tiba-tiba, tanah bergetar dan Tuhan yang taat muncul bersama malaikat-malaikatNya dan Janasuci Theodore. Tuhan berkata kepada para penderita, “Selama waktu penyiksaan kalian, Aku berdiri di hadapan kalian dan mengamati kesabaran kalian. Aku akan menulis nama-nama kalian dalam Buku Kehidupan.”

KONTEMPLASI

Merenungkan Yesus Tuhan di Perjamuan Mistis:

  1. Bagaimana Dia memilih roti dan anggur, dua unsur makanan yang biasa, dan melalui keduanya menjalin ikatan-Nya yang tampak dan tak tampak dengan Gereja hingga akhir;
  2. Bagaimana Perjamuan Mistis itu dilestarikan hingga hari ini dan bagaimana itu akan terus dilestarikan hingga akhir zaman sebagai Misteri Komuni;
  3. Bagaimana setiap hari, dan hampir setiap jam, di suatu tempat di dunia, seorang presbiter, menguduskan roti dan anggur dan menerimanya sebagai Tubuh dan Darah Kristus. Sungguh itu pemandangan yang menakjubkan! [Pengudusan roti dan anggur serta penerimaannya sebagai Tubuh Suci dan Darah Berharga Kristus]

KHOTBAH

-Tentang kasih kepada sesama- ” Akan tetapi, untuk kamu, akan lebih berguna jika aku tetap hidup dalam tubuh ini. “ (Filipi 1:24). Dengan dipenuhi kasih kepada Allah, Rasul Paulus mengakui, dalam suratnya kepada orang Filipi, bahwa baginya mati adalah keuntungan karena hidupnya adalah milik Kristus. Kasih Paulus kepada Kristus menariknya menuju kematian agar dia dapat segera berada di sisi Kristus, dan kasihnya kepada orang-orang beriman kembali mendorongnya untuk tetap dalam daging. Namun, tidak ada dua kasih yang menarik rasul dan menariknya ke dua arah, melainkan satu kasih yang sama yang membukakan di hadapannya dua harta kekayaan. Satu harta adalah dunia yang diberkati di surga, dan harta lainnya adalah jiwa-jiwa orang beriman di bumi. Harta surga itu bertambah dengan kekayaan dari bumi ini; harta ini meluap ke harta yang lain. Untuk pergi ke surga, rasul ditarik oleh kasih dan pahala; untuk tetap di bumi, ia ditarik oleh kasih dan tugas. Ketika manusia fana, saudara-saudaraku, menemukan bahwa lebih penting untuk tetap dalam daging karena kasih kepada saudara-saudaranya, mukjizat macam apa yang kemudian diketahui oleh Tuhan yang kekal, di hadapan rasul, bahwa lebih penting berada dalam daging demi keselamatan umat manusia daripada berada dalam daging dalam kerajaan rohani? Bukankah pengakuan Paulus di hadapan orang-orang Filipi menjelaskan kepada kita dengan sangat jelas alasan Inkarnasi Anak Allah? Di sana, di surga, adalah Kerajaan Kristus yang sejati dan kehidupan Kristus yang sejati tanpa campuran dosa dan maut. Namun, kasih Anak Allah terhadap manusia dianggap perlu untuk tetap dalam daging di bumi di antara manusia. Sungguh, kita perlu bersyukur kepada Rasul Paulus karena dia, dalam menjelaskan dirinya kepada kita, menjelaskan misteri kedatangan Kristus dan kediaman-Nya dalam daging. Ya Tuhan, sungguh ajaib Engkau di dalam orang-orang kudus-Mu. BagiMu kemuliaan dan syukur selalu. Amin.

Sumber : The Prolog of Ohrid oleh Js. Nikolai Velimirovich dari Ohrid dan Zhicha
Diterjemahkan oleh : Irene W.W (20 Maret 2024)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *