RASUL SUCI THOMAS

Diperingati pada tanggal 6 Oktober (Julian)/19 0ktober (Gregorian)

      Rasul Suci Thomas lahir di Galilea Pansada (di Palestina) pada abad 1M, dan bekerja sebagai nelayan. Mendengar kabar baik tentang Yesus Kristus, dia meninggalkan semuanya dan mengikuti Dia. Rasul Thomas termasuk dalam jumlah Dua Belas Rasul yang kudus, 12 murid terdekat Juruselamat.

      Menurut catatan Kitab Suci, Rasul Suci Thomas tidak percaya laporan murid-murid lain tentang Kebangkitan Yesus Kristus: “Jika aku tidak melihat luka paku di tangan-Nya, dan menancapkan jariku ke dalam luka paku itu. , dan meletakkan tanganku di lambung-Nya, aku tidak akan percaya” (Yoh. 20:25). Pada hari kedelapan setelah Kebangkitan Tuhan menampakkan diri kepada Rasul Thomas dan menunjukkan luka-luka-Nya. “Tuhanku dan Allahku” – teriak rasul kudus (Yoh. 20:28). 

Thomas, yang dulunya lebih lemah dalam iman daripada para rasul lainnya, – kata Js. Yohanes Krisostomus, – ”…bekerja keras melalui kasih karunia Allah dengan lebih berani, lebih bersemangat dan tanpa lelah daripada mereka semua, sehingga ia pergi berkhotbah hampir di seluruh bumi, ia tidak takut mewartakan Firman Tuhan kepada bangsa-bangsa yang biadab”. 

Menurut catatan Tradisi orang-orang Kristen Js Thomas di Kerala modern di India, rasul suci Thomas mendirikan gereja-gereja Kristen di Palestina, Mesopotamia, Parthia, Ethiopia dan India. Memberitakan Injil membuat rasul itu mati syahid. Karena telah mempertobatkan istri dan putra gubernur kota Meliapur (Melipur)/Myliapore di India, rasul suci itu dikurung di penjara, menderita siksaan, dan akhirnya, setelah ditusuk dengan lima tombak, ia meninggal di hadapan Tuhan. 

Menurut catatan itu, Rasul Thomas diyakini telah melakukan perjalanan ke luar Kekaisaran Romawi untuk memberitakan Injil, melakukan perjalanan hingga Tamilakam yang ada di India Selatan. Menurut catatan tradisi mereka, rasul Thomas mencapai Muziris dari Tamilakam (sekarang adalah Paravur Utara dan Kodungalloor di negara bagian Kerala, India ) di tahun 52M.  Rasul Thomas mendarat di Muziris ( Cranganore ) di pantai Kerala pada tahun 52 M dan menjadi martir di Mylapore/Meliapur, dekat Madras pada tahun 72M. Ia diyakini oleh tradisi Kristen Santo Thomas telah mendirikan tujuh gereja (komunitas) di Kerala. Gereja-gereja ini berada di Kodungallur, Palayoor , Kottakkavu (Paravur), Kokkamangalam , Niranam, Nilackal (Chayal) , Kollam , dan Thiruvithamcode . Thomas membaptis beberapa keluarga, yaitu Pakalomattom , Sankarapuri, Kalli, Kaliyankal dll. 

Ephraim dari Syria, seorang dokter kristen dari Syria, menulis dalam “Carmina Nisibina” bahwa Rasul dihukum mati di India, dan jenazahnya kemudian dimakamkan di Edessa, dibawa ke sana oleh seorang pedagang yang tidak disebutkan namanya. 

Ke negeri orang-orang gelap dia diutus, untuk mengenakan jubah putih kepada mereka melalui Baptisan. Doa subuhnya yang penuh syukur menghalau kegelapan menyakitkan di India. Itu adalah bagian dari misinya untuk India dalam rangka memberitakan Allah Yang Satu. Thomas melakukan mukjizat di India, dan di Edessa, Thomas membaptis orang-orang sesat dan tenggelam dalam kegelapan, dan itu di tanah India.

– Himne Ephraim, (Ephr. Hymni et Sermones, IV)

Menurut cataan tradisi Gereja Kristen Suriah, rasul Thomas dibunuh di Chennai pada 3 Juli tahun 72 M, dia dikebiri, dan tubuhnya dikebumikan di Mylapore. Catatan Barbosa dari awal abad ke-16 mencatat bahwa makam itu kemudian dijaga oleh seorang Muslim yang terus menyalakan lampu di sana. Kemudian disana didirikan Basilika St. Thomas di Mylapore, Chennai , Tamil Nadu , India. Basilika St. Thomas telah menjadi situs yang dihormati oleh Muslim dan Kristen setidaknya sejak abad ke-16.

Ada dugaan bahwa Rasul Thomas juga berkunjung ke Cina. Itu disebutkan dalam buku-buku dan tradisi gereja Kristen Js. Thomas di India (Gereja Mar Thoma Syria dan ritus Siro-Malabar ) yang, sebagian, mengklaim sebagai keturunan dari orang-orang Kristen awal yang diinjili oleh Thomas Rasul pada tahun 52 M. Misalnya, ditemukan dalam balada Malayalam Thomas Ramban Pattu (Nyanyian Js Thomas) dengan manuskrip paling awal berasal dari abad ke-17. Sumber-sumber tersebut dengan jelas mengatakan bahwa Thomas datang ke India, lalu ke Cina, dan kembali ke India, di mana dia meninggal. 

Dalam sumber-sumber lain yang ditemukan, ada catatan yang menuliskan bahwa Thomas adalah juga rasul untuk Cina. Itu ditemukan dalam “Hukum Kekristenan” (Fiqh al-naṣrāniyya), kompilasi literatur yuridis oleh Ibn al-Ṭayyib ( teolog Nestorian dan dokter yang meninggal tahun 1043 di Bagdad ). Kemudian, di Nomocanon dari Abdisho bar Berika (metropolitan Nisibis dan Armenia, meninggal pada 1318) dan brevir dari Gereja Chaldean [44] ada tertulis :

1. Melalui Js. Thomas bidat penyembahan berhala lenyap dari India.

2. Melalui Js. Thomas orang-orang Cina dan Etiopia bertobat kepada kebenaran.

3. Melalui Js. Thomas mereka menerima sakramen baptisan dan pengangkatan anak laki-laki.

4. Melalui Js. Thomas mereka percaya dan mengakui Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

5. Melalui Js. Thomas mereka memelihara iman yang diterima dari satu Tuhan.

6. Melalui Js. Thomas, kemegahan pemberi kehidupan muncul di seluruh India.

7. Melalui Js. Thomas Kerajaan Surga mengambil sayap dan naik ke Cina .


—  Diterjemahkan oleh Athanasius Kircher di China Illustrata (1667), Gereja St. Thomas Malabar, Breviary Chaldean

Bahkan menurut Kurt E. Koch, seorang penulis dan teolog protestan dari Jerman, dalam bukunya The Revival in Indonesia (KRegel Publication, 1972) ada kemungkinan waktu itu rasul Thomas sempat pergi ke Indonesia bersama para saudagar India sebelum akhirnya mati sebagai martir di India. Walaupun belum ada bukti kuat secara historis dan arkeologis bahwa Js.Thomas pernah menginjakkan kaki di kepulauan Nusantara, namun, memang denominasi Kristen yang pertama kali melakukan misionarisme di Indonesia adalah Gereja yang dilanjutkan melalui tradisi umat Kristen murid Js. Thomas, yakni melalui gereja Asiria yang waktu itu datang ke dua tempat yakni, Pancur (sekarang Deli Serdang) dan Barus (sekarang Tapanuli Tengah) di Sumatra pada tahun 645 M.


Relic jenazah Rasul suci Thomas berada di India, Hongaria, dan di Gunung Athos, Yunani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.